Home Style Widget

Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya; Membaca Serial Tasawuf Lewat Karya Cak Rusdi


Karya literasi berbentuk cerita ringan yang bernuansa tasawuf tentunya tidak banyak. Cak Rusdi lewat tulisan-tulisan yang diterbitkan Mojok.co, yang berupa kisah-kisah yang mengandung nilai spiritual sangatlah menggugah para pembaca, dan meningkatkan nilai sosial dan kepedulian terhadap sesama. Semoga

Cak Rusdi, lewat tokoh yang ia beri nama “Cak Dlahom” mencoba memberi nasihat dan nilai spiritual yang dibungkus perilaku aneh dan nyeleneh Cak Dlahom. Mungkin itulah salah satu gambaran sufi, banyak jalan untuk menuju ke sana, tentunya bervariasi.

Pertama kali saya membaca tulisan Cak Rusdi, berjudul “Dia Sakit Hati dan Kamu Sibuk Membangun Masjid.” Saya sangat terkesan sekali membaca tulisan tersebut. Selain bahasanya ringan, mudah ditangkap, nuansa keagamaan yang damai pun disarikan dari kontekstualisasi teks keagamaan yang disajikan secara ciamik, tidak kaku, dan menyentuh kalbu.

Kisah-kisah Cak Dlahom yang ditulis Cak Rusdi akhirnya dibukukan oleh penerbit Mojok. Setelah terkumpul, buku ini diberi judul “Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya,” mengambil judul dari salah satu tulisan yang ada di dalam buku ini.
Ada beberapa tokoh yang meramaikan cerita-cerita di setiap tulisannya. Diantaranya Mat Piti, orang yang selalu berbaik hati dan ingin berguru terus kepada Cak Dlahom. Romlah, anak angkat Mat Piti. Pak RT, orang yang selalu jadi sasaran Cak Dlahom, Bunali dan lain-lain.

Penulis yang lahir di Situbondo pada 12 Oktober 1967 ini telah menyumbangkan karya yang kita butuhkan saat ini. Dimana masyarakat perlu merefleksikan pikirannya, menikmati humor yang didalamnya terdapat sisipan pesan-pesan keagamaan yang lentur dan fleksibel.

Sambil menikmati kopi pagi dan gorengan, buku ini semakin sedap untuk disantap mereka yang sedang dilanda rasa hampa. Oiya, jangan lupa kita kirim al-Fâtihah kepada penulis yang sudah tenang di alam sana. Al-Fâtihah!

Post a comment

0 Comments