Home Style Widget

Nasihat Habib Ahmad Bin Novel Untuk Para Dai



Di zaman yang serba modern, tausyiah keagamaan makin mudah didapatkan. Berbagai tema dan retorika para dai dapat kita lihat disana, berbagai macam modelnya.
Disini Habib Ahmad memberikan nasihat, agar para dai memperhatikan tujuan dakwah, yaitu menyeru hambaNya untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, lebih meningkatkan ibadah kepadaNya dan menjauhi maksiat kepadaNya.
Dikutip dari akun facebook Habib Ahmad, ada sebuah poto catatan berisikan ceramah beliau pada tanggal 6 Desember di daerah Bekasi, Beliau berkata:
“Saya tujukan surat kecil ini kepada para panutan dan para dai umat islam yang mulia. Hamba-hamba yang dipilih Allah untuk memikul amanat raksasa yang maha besar, yaitu amanat menyampaikan agama Allah yang murni dan suci kepada umat manusia.
Wahai para ulama, wahai para dai, wahai para penceramah, wahai para mubaligh yang kami cintai dan kasihi. Jangan ceritakan kepada kami dosa orang lain sehingga kami melupakan dosa kami dan kami sibuk memvonis orang lain.
Wahai para ulama, wahai para dai, wahai para penceramah, wahai para mubaligh yang kami cintai dan kasihi. Kami ingin menangis untuk Allah, ajarkan kami akan hal itu. Perdengarkan kami untuk kasih sayang-Nya, kami ingin menangis. Perdengarkan untuk kami firman-Nya, kami ingin merintih untuk-Nya. Perdengarkan untuk kami keperkasaan-Nya, kami ingin menangis takut untuk-Nya. Perdengarkan kami tentang murka-Nya, kami ingin jauh dari maksiat dan larangan-Nya. Perdengarkan untuk kami anugerah dan karunia-Nya, kami ingin mencintai-Nya. Ceritakan kami tentang rahmat-Nya, kami ingin merindukan-Nya.Wahai para ulama, wahai para dai, wahai para penceramah, wahai para mubaligh yang kami cintai dan kasihi. Maafkan kelancangan dan ucapan kami serta kekurangajaran kami. Namun, inilah harapan besar bagi kami dari para ulama kami, dari para dai dan mubaligh kami. Inilah isi hati kami, inilah isi hati umat islam untuk para ulamanya”
وصلى الله وسلّم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه والتابعين والحمد لله ربّ العالمين

Nasihat yang begitu mendalam dari beliau harus dipahami bagi para dai dalam meyampaikan pesan agama. Sebagaimana disebutkan oleh Kyai Ali Mustafa Yaqub dalam bukunya “Metode dakwah nabi”, dakwah yang efektif itu menggunakan metode yang tercantum dalam surah An-Nahl ayat 125 yang tersarikan dari hikmah, mauidzoh hasanah, dan diskusi dengan cara yang baik. Wallahu a’lam

Post a comment

0 Comments